Rabu, 15 Agustus 2012

Kesatria Diatas Kasau. "Liang Sang Jun Zi"

Alkisah pada zaman Dinasti Han Timur.

(tahun 25-220) ada seorang yang sangat jujur bernama Chen Shi.

Sebagai pegawai senior di kantor kerajaan, ia dihormati teman-teman sejawat dan bawahannya. Selain itu ia juga sangat tegas dalam mendidik anak-anaknya, terutama dalam pendidikan moral.

Suatu malam, saat Chen akan pergi tidur, ia melihat seorang pencuri berada di atas kasau rumahnya. Menghadapi situasi seperti ini, ia tidak berteriak “maling” ataupun  meminta bantuan tetangga dan anak cucunya untuk menangkap pencuri itu. Sebaliknya, ia berpura-pura tidak tahu dan memanggil anak cucunya untuk berkumpul; lalu memberikan mereka pendidikan moral.

Pencuri yang berada di atas kasau tidak mengerti apa yang akan dilakukan orang tua itundengan mengumpulkan keluarganya. Namun ia tetap berusaha tenang agar kehadirannya tidak diketahui. Setelah semuanya berkumpul, Chen mulai member mereka “kuliah” mengenai pendidikan moral.
Mendengar kata-kata mutiara berisi nasihat hidup, hati si pencuri sangat tersentuh. Sebelum mengakhiri wejangannya Chen berkata, “pada dasarnya manusia tidak dilahirkan sebagai pencuri, tetapi mereka terpengaruh oleh perilaku buruk atau tabiat jahat orang-orang di sekitarnya, lalu jadilah mereka pencuri. Orang-orang seperti itu perlu dibersihkan moralnya, seperti kesatria yang berada di atas kasau.”

Mendengar kata-kata itu, si pencuri sadar bahwa kehadirannya telah diketahui oleh oraang tua tersebut. Karena dilihatnya orang tua itu baik dan akan bersedia memaafkannya, ia meloncat turun dan bersujud di depan orang tua itu sambil meminta maaf. Chen meminta pencuri yang masih belia tersebut meninggalkan kebiasaannya mencuri, membuang jauh-jauh tabiat jeleknya, dan memulai lembaran baru dengan hal-hal yang positif. Setelah itu, ia mengijinkan pencuri tersebut pergi.

Pesan-pesan moral, meskipun terkesan lembut tetapi bisa menusuk hati yang paling dalam. Tindakan chen sangat tepat, karena dengan menangkap pencuri tersebut, ia hanya mampu menunda atau mencegahnya melakukan pencurian pada saat itu saja. Namun, dengan membersihkan moral dan hatinya,

" ia telah mengubah tabiat si pencuri dan mencegahnya melakukan pencurian untuk selama-lamanya. "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar